Lapoaran UAS Digital


Laporan UTS
Elektronika Digital

Tujuan :
·         Untuk memahami lebih lanjut tentang aplikasi gabungan IC elektronika digital
·         Untuk menambah nilai UTS elektronika digital.

Waktu :
·         Hari       : Senin
·         Tanggal : 31 Oktober 2011
·         Jam-ke  : 9 - 12


Alat dan Bahan :
·         Software Multisim 11.0
·         Laptop
Dasar Teori :
ADDER
Dalam sistem bilangan desimal, jika dua bilangan yang masing-masing terdiri dari 1
digit dijumlahkan, maka akan muncul 2 kemungkinan, yaitu :
Ø  Jumlahnya ≤ 9
Ø   Jumlahnya > 9
Jika kemungkinan pertama yang terjadi, maka hasil penjumlahan akan secara mudah
diperoleh. Jika kemungkian yang kedua yang terjadi, maka hasil tidak bisa diperoleh dalam
satu digit, tetapi harus meletakkan carry ke kolom berikutnya yang lebih tinggi.
Dengan menggunakan argumen yang sama, maka untuk penjumlahan 2 bilangan
binner, maka proses penjumlahan yang mungkin terjadi adalah :




Proses penjumlahan di atas dapat dilakukan oleh rangkaian adder yang bisa menjumlahkan 2 bilangan biner 1 digit, rangkaian ini disebut sebagai rangkaian half adder. Rangkaian half adder diperlihatkan dalam Gambar 3.1.




Gambar 2.1 Rangkaian half adder
Untuk menjumlahkan 2 bilangan biner yang masing-masing terdiri dari n digit (multi digit), maka proses penjumlahan diperlihatkan sebagai berikut :
Proses penjumlahan untuk bilangan binner 2 digit dapat dilakukan oleh rangkaian full adder.
Rangfakain full adder diperlihatkan dalam Gambar 2.2.







Suatu rangkaian yang dapat berfungsi sebagai penjumlah maupun sebagai pengurang bilangan biner dikenal sebagai paralel adder/subtracter. Rangkaian ini terdiri dari rangkaian komplemen dua bilangan dan penjumlah multi digit. Dalam praktikum ini, akan dikenalkan rangkaian paralel adder/subtracter baik sebagai penjumlah, maupun pengurang.
DEKODER
Proses-proses (data dan perintah) baik berupa angka, karakter, dan huruf dalam rangkaian digital hanya dapat diproses dalam bentuk biner. Oleh karena itu perlu dilakukan pengkodean pada data input agar data dapat diproses. Pengkodean ini dapat dilakukan dengan menggunakan rangkaian logika kombinasi. Suatu sandi biner dengan n bit dapat mewakili m ≥2n unsur informasi. Proses pengkodean data input dilakukan oleh enkoder dan proses pendekodean data input dilakukan oleh dekoder. Pada Percobaan ini anda akan diminta membuat rangkaian decoder bilangan binner menjadi bilangan BCD (Binnary Coded Decimal) pada percobaan pertama dan diminta membuat rangkaian encoder pada percobaan kedua setelah mempraktekkan.










MULTIPLEKSER-DEMULTIPLEKSER
Multiplekser adalah suatu peranti yang mampu menyalurkan beberapa jalur data ke satu jalur luaran. Multiplekser mempunyai satu atau lebih sinyal masukan yang terhubung pada masukannya. Pemilihan saluran masukan dilakukan oleh sinyal kontrol. Suatu multiplekser dengan 2n saluran masukan memerlukan n sinyal kontrol.
IC 74LS151 merupakan data selector/multiplekser yang memilih satu dari 8 saluran masukan dengan menggunakan 3 sinyal kontrol. Komponen ini mempunyai 8 masukan, yaitu I0 - I7 dan 2 luaran yaitu Z dan . Pemilihan data dilakukan oleh kaki A, B dan C.  Untuk mengaktifkan fungsinya sebagai multiplekser, komponen ini juga mempunyai 1 masukan enable, yaitu (aktif-LOW). Sedangkan kaki 8 dihubungkan ke GND dan kaki 16 dihubungkan ke +5V. Susunan kaki IC 74LS151 dapat dilihat dalam Gambar 4.1.












Gambar 4.1 Susunan Kaki IC 74LS151
Demultiplekser adalah suatu rangkaian yang mendistribusikan satu masukan ke lebih dari satu keluaran. Demultiplekser disebut juga data distributor. Pemilihan saluran luaran dilakukan oleh sinyal kontrol. Sinyal kontrol merupakan masukan yang berfungsi untuk mengarahkan setiap sinyal masukan pada saluran luaran yang dipilih. Suatu demultiplekser dengan n sinyal kontrol akan memiliki 2n saluran luaran.
IC 74LS138 merupakan demultiplekser yang digunakan untuk menyalurkan satu data ke 8 jalur luaran. Komponen ini mempunyai 3 masukan data yang bisa dipilih salah satu, yaitu  (aktif-LOW) serta E3 (aktif-HIGH). Untuk memilih luaran mana yang akan mengeluarkan data, diperlukan 3 buah masukan pemilih, yaitu A, B dan C. Selain itu terdapat 8 luaran aktif-LOW, yaitu . Sedangkan kaki 8 dihubungkan ke GND dan kaki 16 dihubungkan ke +5V. Susunan kaki IC 74LS138 dapat dilihat dalam Gambar 4.2.







Gambar 4.2 Susunan Kaki IC 74LS138

Soal UTS Elektronika Digital :














Jawaban Rangkaian Pada Multisim :










Pembahasan  :
·         IC 7483 atau IC adder  ini memiliki fungsi sebagai penjumlah input pada rangkaian. Pada rangkaian ini, IC 7483 menjumlahkan input sebanyak 8 buah untuk dikeluarkan pada IC 7447 dan IC 74154.
·         IC 7447 pada rangkaian ini berfungsi sebagai pengubah bilangan binner menjadi bilangan BCD (Binnary Coded Decimal), agar dapat ditampilkan pada seven segment. Setelah mendapatkan input dari output IC 7483, kemudian diproses untuk ditampilkan pada seven segment.
·         IC 74154 atau IC demultiplekser ini, berfungsi untuk menyalurkan satu masukan ke lebih dari satu keluaran. Dalam rangkaian ini, fungsi IC 74154 untuk menyalurkan keluaran dari IC 7483 menjadikan lampu indikator (LED).
·         IC 7404 ata IC gerbang not ini fungsinya untuk membalikkan logika pada input dan outputnya. Pada rangkaian ini untuk membalikkan input tegangan yang akan diberikan pada enable (aktif-LOW) pada IC 74154. Fungsi lain yaitu untuk membalikkan logika output pada indikator (LED).












Kesimpulan :
·         Untuk dapat menampilkan hasil penjumlahan pada input, maka perlu adanya Enable berlogika 0 (aktif low) untuk mengaktifkan IC 74154.
·         Nilai penjumlahan pada input sama dengan output yang ditampilkan pada seven segment.
·         Bila Enable berlogika 1, maka rangkaian tidak bekerja.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lapoaran UAS Digital"

Post a Comment

Silahkan berkomentar :)
saran dan masukan sangat berarti bagi kita semua
let's share knowledge together ^^