Bila yang kuliah jurusan elektro atau listrik, pasti akan mendapatkan matakuliah instalasi listrik. Lha, pada mata kuliah instalasi listrik ini mencakup materi tentang rangkaian listrik pada rumah, hingga jalur transmisi tegangan tinggi. Ini merupakan matakuliah jurusan, jadi ada praktikumnya. Praktikum kali ini yang akan dibahas mengenai Praktikum Instalasi Listrik Rumah sederhana. Akan saya lampirkan link diagram pengawatannya dan single line juga diartikel selanjutnya. Berikut laporan praktikum instalasi listrik rumah sederhana.
LAPORAN INSTALASI LISTRIK
UAS PRAKTIKUM
INSTALASI PENERANGAN LISTRIK 2 GRUP (Soal 2)
Dedi Tri Laksono 100534402668
S1 PTE A 2010 (Elektro)
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
DESEMBER 2012
I.
Tujuan
1.
Agar mahasiswa mengerti dan memahami
cara instalasi penerangan
2.
Agar mahasiswa dapat merangkai dan
memasang KWH meter dengan benar
3.
Agar mahasiswa mampu memasang saklar
tukar dengan benar
II.
Waktu
1.
Hari : Selasa
2.
Tanggal : 4 Desember 2012
3.
Jam ke- : 6 – 9
III.
Alat dan Bahan
1.
Alat
Ø Tang
kombinasi
Ø Tang
potong
Ø Cutter
Ø Obeng
(-) kecil
Ø Palu
2.
Bahan
Ø Saklar
tunggal
Ø Saklar
ganda
Ø Saklar
tukar
Ø Box
sekering
Ø Kabel
NYA
Ø KWH
meter
Ø Fitting
lampu
Ø Lampu
Ø Stop
kontak
IV.
Dasar Teori
·
BARGAINSER (KWh Meter)
![]() |
Bargainser merupakan alat yang berfungsi sebagai pembatas daya listrik yang masuk ke rumah tinggal, sekaligus juga berfungsi sebagai pengukur jumlah daya listrik yang digunakan rumah tinggal tersebut (dalam satuan kWh). Ada berbagai batasan daya yang dikeluarkan oleh PLN untuk konsumsi rumah tinggal, yaitu 220 VA, 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA.
Gambar bargainser
Pada bargainser terdapat tiga bagian
utama, yaitu:
MCB
atau Miniature Circuit Breaker (ditunjukkan
no.6), berfungsi untuk memutuskan aliran daya listrik secara otomatis
jika daya yang dihantarkan melebihi nilai batasannya. MCB ini bersifat on/off
dan dapat juga berfungsi sebagai sakelar utama dalam rumah. Jika MCB bargainser
ini dalam kondisi off, maka seluruh aliran listrik dalam rumah pun terhenti.
Sakelar ini biasanya dimatikan pada saat akan dilakukan perbaikan instalasi
listrik dirumah.
Meter listrik
atau kWh meter, alat ini berfungsi untuk mengukur besaran daya yang
digunakan oleh rumah tinggal tersebut dalam satuan kWh (kilowatt hour). Pada
bargainser, meter listrik berwujud deretan angka secara analog ataupun digital
yang akan berubah sesuai penggunaan daya listrik (ditunjukkan no.1).
Spin Control atau piringan angka meter (ditunjukkan no.2),
merupakan alat kontrol penggunaan daya dalam rumah tinggal dan akan selalu
berputar selama ada daya listrik yang digunakan. Perputaran spin control ini
akan semakain cepat jika daya listrik yang digunakan semakin besar, dan akan
melambat jika daya listrik yang digunakan berkurang/sedikit.
Pada kanal output
Bargainser biasanya terdapat 3 kabel, yaitu kabel fasa, kabel netral dan kabel
ground yang dihubungkan ketanah. Listrik dari PLN harus dihubungkan dengan
bargainser terlebih dahulu sebelum masuk ke instalasi listrik rumah tinggal.
·
PENGAMAN LISTRIK
Instalasi listrik rumah
tinggal pun membutuhkan pengaman yang berfungsi untuk memutuskan rangkaian
listrik apabila terjadi gangguan pada instalasi listrik rumah tinggal tersebut,
seperti gangguan hubung singkat atau short circuit atau korsleting. Terdapat
dua jenis pengaman listrik pada instalasi listrik rumah tinggal, yaitu:
Ø
Pengaman
lebur biasa atau biasa disebut sekering,
alat pengaman ini bekerja memutuskan rangkaian listrik dengan cara meleburkan
kawat yang ditempatkan pada suatu tabung apabila kawat tersebut dialairi arus
listrik dengan ukuran tertentu.
Ø
Pengaman
listrik thermis, biasa disebut MCB
dan merupakan alat pengaman yang akan memutuskan rangkaian listrik berdasarkan
panas.

Gambar
Mcb
·
SAKLAR
Sakelar
atau switch merupakan komponen instalasi listrik yang berfungsi untuk
menyambung atau memutus aliran listrik pada suatu pemghantar.
Berdasarkan besarnya tegangan, sakelar dapat dibedakan menjadi:
Berdasarkan besarnya tegangan, sakelar dapat dibedakan menjadi:
Ø sakelar
bertegangan rendah.
Ø Sakelar
tegangan menengah.
Ø Sakelar
tegangan tinggi serta sangat tinggi.
Sedangkan
berdasarkan tempat dan pemasangannya, sakelar dapat dibedakan menjadi
Ø Sakelar in-bow,
sakelar yang ditanam didalam tembok.
Ø Sakelar out-bow,
sakelar yang dipasang pada permukaan tembok.
Jenis
sakelar berikutnya dapat dibedakan berdasarkan fungsinya, yaitu:
Ø Sakelar on-off,
merupakan sakelar yang bekerja menghubungkan arus listrik jika tombolnya
ditekan pada posisi on. Untuk memutuskan hubungan arus listrik, tombol sakelar
harus ditekan pada posisi off. Sakelar jenis ini biasanya digunakan untuk
sakelar lampu.
Ø Sakelar push-on,
merupakan sakelar yang menghubungkan arus listrik jika tombolnya ditekan pada
posisi on dan akan secara otomatis memutus arus listrik, ketika tombolnya
dilepas dan kembali ke posisi off dengan sendirinya. Biasanya sakelar jenis ini
digunakan untuk sakelar bel rumah.
Berdasarkan
jenis per-unitnya, sakelar dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
Ø Sakelar tunggal,
merupakan sakelar yang hanya mempunyai satu buah kanal input yang terhubung
dengan sumber listrik, serta kanal output yang terhubung dengan beban
listrik/alat listrik yang digunakan.
Ø
Sakelar
majemuk, merupakan sakelar
yang memiliki satu buah kanal input yang terhubung dengan sumber listrik, namun
memiliki banyak kanal output yang terhubung dengan beberapa beban/alat listrik
yang digunakan. Jumlah kanal output tergantung dari jumlah tombol pada sakelar
tersebut.
Sakelar
majemuk, merupakan sakelar
yang memiliki satu buah kanal input yang terhubung dengan sumber listrik, namun
memiliki banyak kanal output yang terhubung dengan beberapa beban/alat listrik
yang digunakan. Jumlah kanal output tergantung dari jumlah tombol pada sakelar
tersebut.
Gambar Saklar
Ø Sakelar Tukar,merupakan
saklar yang yang dapat digunakan untuk menghidupkan dan mematikan lampu dari
tempat yang berbeda. Instalasi saklar tukar adalah penggunaan dua buah saklar
untuk meyalakan dan menghidupkan satu buah lampu dengan cara bergantianTujuan
dari penggunaan ini ialah untuk efisiensi waktu dan tenaga karena penggunaan saklar
ini sangat praktis.
Dibawah ini adalah contoh rangkaian
saklar tukar:

Gambar saklar tukar
Prinsip
kerja rangkaian di atas adalah, lampu akan menyala jika kedua saklar berada
pada posisi yang sama, misal posisi saklar berada dibagian kontak atas semua
atau kontak bawah semua. Dapat dilihat dari rangkaian diatas. Sedangkan lampu
akan padam jika posisi saklar berbeda tempat, misal satu saklar berada di
kontak atas dan satu lainnya di kontak bawah atau sebaliknya. Konsep inilah
yang menyebabkan saklar bisa dihidupkan maupun dimatikan dari arah bergantian.
·
STOP KONTAK
Stop kontak, sebagian
mengatakan outlet, merupakan komponen listrik yang berfungsi sebagi muara
hubungan antara alat listrik dengan aliran listrik. Agar alat listrik terhubung
dengan stop kontak, maka diperlukan kabel dan steker atau colokan yang nantinya
akan ditancapkan pada stop kontak.
Berdasarkan bentuk
serta fungsinya, stop kontak dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
Ø Stop kontak kecil,
merupakan stop kontak dengan dua lubang (kanal) yang berfungsi untuk
menyalurkan listrik pada daya rendah ke alat-alat listrik melalui steker yang
juga berjenis kecil.
Ø Stop kontak besar,
juga merupakan stop kontak dengan dua kanal AC yang dilengkapi dengan lempeng
logam pada sisi atas dan bawah kanal AC yang berfungsi sebagai ground.sakelar
jenis ini biasanya digunakan untuk daya yang lebih besar.
Gambar
Stop kontak
Sedangkan berdasarkan tempat
pemasangannya. Dikenal dua jenis stop kontak, yaitu:
·
Stop kontak in
bow, merupakan stop kontak
yang dipasang didalam tembok.
·
Stop
kontak out bow, yang dipasang
diluar tembok atau hanya diletakkan dipermukaan tembok pada saat berfungsi
sebagai stop kontak portable.
Gambar
Stop kontak
Pig Tail (ekor
babi)
![]() |
Pig Tail atau sambungan ekor babi Ialah cara menyambung kabel yang paling sederhana berbentuk ekor babi. Sambungan ini digunakan untuk menyambung atau mencabangkan satu atau beberapa kabel pada satu titik.
Gambar
sambungan pig tail
V.
Keselamatan kerja
1. Pakailah
jas lab sewaktu praktik
2. Gunakan
alat dan bahan sesuai dg fungsinya
3. Jangan
bekerja sambil bergurau
4. Tanyakan
kepada instruktur jika mengalami kesulitan
5. Jangan
mencampur alat dan bahan
6. Jangan
bekerja bila ada tegangan yang masuk
VI.
Langkah kerja
1. Siapkan
alat dan bahan yang diperlukan
2. Siapkan
gambar rencana
3. Potonglah
kabel sesuai yang anda butuhkan
4. Kupas
masing-masing kabel sepanjang 5 cm dari salah satu ujungnya dengan menggunakan
pisau atau tang pengupas
5. Bersihkan
dengan scaper atau kertas gosok pada setiap nadi kabel yang terkupas
6. Tempelkan
menjadi satu bagian – bagian kabel yang terkupas kemudian diputar dengan tang
kombinasi secara rapi dan kuat
7. Rapikan
hasil sambungan dengan memotong kelebihan kabel
VII.
Gambar Diagram Single Line

VIII.
Gambar Diagram Pengawatan

IX.
Kesimpulan
1. Saat
pemasangan KWH meter, perlu diperhatikan instalasi kabel input dan outputnya
2. Putaran
piringan pada KWH meter akan semakin cepat bila ada beban yang banyak.
3. Daya
yang besar akan menyebabkan arus yang besar pula
4. Penggunaan
saklar tukar adalah untuk memudahkan pengguna dalam menghidupkan atau mematikan
lampu.




0 Response to "Laporan Instalasi Listrik"
Post a Comment
Silahkan berkomentar :)
saran dan masukan sangat berarti bagi kita semua
let's share knowledge together ^^