Pengertian Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif atau Cooperative learning berasal dari kata cooperative yang artinya mengerjakan sesuatu secara bersama-sama dengan saling membantu satu sama lainnya sebagai satu kelompok atau satu tim.
Menurut Johnson & Johnson (Isjoni, 2010:17) cooperative learning adalah mengelompokan siswa di dalam kelas ke dalam suatu kelompok kecil agar siswa dapat bekerja sama dengan kemampuan maksimal yang mereka miliki dan mempelajari satu sama lain dalam kelompok tersebut.
Dengan mempraktikan cooperative learning di ruang-ruang kelas, suatu hal kelak kita akan menuai buah persahabatan dan perdamaian, karena cooperative learning memandang siswa sebagai makhluk sosial (homo homini socius), bukan homo homini lupus (manusia adalah srigala bagi sesamanya).
A. Unsusr-unsur Pembelajaran Kooperatif, antara lain :
1. Saling ketergantungan positif
2. Tanggung jawab perseorangan
3. Tatap muka
4. Komunikasi antar anggota
5. Evaluasi proses kelompok
B. Langkah-langkah pembelajaran Kooperatif
Fase-fase Perilaku Guru
Fase 1 : (present goals and set)
Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan peserta didik Menjelaskan tujuan pembelajaran dan mempersiapkan peserta didik siap belajar
Fase 2 : (present information)
Menyajikan informasi Mempresentasikan informasi kepada peserta didik secara verbal
Fase 3 : (organize student into learning teams)
Mengorganisir peserta didik ke dalam tim-tim belajar Memberikan penjelasan tentang tata cara pembentukan tim belajar dan membantu kelompok melakukan transisi efisien
Fase 4 : (assist team work and study)
Membantu kerja tim dan belajar Membantu tim-tim belajar selama peserta didik mengerjakan tugasnya
Fase 5 : (test on the materials)
Mengevaluasi Menguji pengetahuan mengenai materi pembelajaran atau kelompok-kelompok mempresentasikan hasil kerjanya
Fase 6 : (provide recognition)
Memberikan penghargaan atau penialaian Mengakui usaha dan prestasi individu maupun kelompok
Pengertian metode TGT (Teams Games Turnament)
Model pembelajaran Teams games turnament adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model Teams games tournament (TGT) memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kepemimpinan, kejujuran, kerja sama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.
Model cooperatif learning tipe TGT adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 4 sampai 5 orang siswa dengan kemampuan, jenis kelamin dan suku atau ras yang berbeda.
Slavin (Noor, 2011) TGT menggunakan turnamen akademik, dan menggunakan kuis-kuis dan sistem skor kemajuan individu, dimana para siswa berlomba sebagai wakil tim mereka dengan anggota tim lain yang kinerja akademik sebelumnya seperti mereka.
A. Ada 5 komponen utama dalam metode pembelajaran team game turnament, yaitu :
a. Penyajian kelas
Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok.
b. Kelompok (team)
Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game.
c. Game
Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana. Setiap satu pertanyaan, satu siswa dari masing-masing kelompok maju ke depan untuk menjawabnya. Semua siswa dalam kelompok mendapatkan jatah menjawab. Dalam hal menjawab siswa dibatasi oleh waktu yang singkat. Setelah selesai dilakuakn evaluasi dan penskoran.
d. Turnament
Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja.
e. Team recognize (penghargaan kelompok)
Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team mendapat julukan “Super Team”, “Great Team”, dan “Good Team”.
Kriteria Predikat
Kurang dari 49 Good team
50 sampai 69 Great team
70 sampai 89 Super team
90 ke atas Tim istimewa
B. Salah satu contoh diagram penempatan pada meja turnament
C. Langkah-langkah pembelajaran Team Game Turnament
Dalam implementasinya, secara teknik Slavin (Daniaty, 2010) mengemukakan empat langkah utama dalam pembelajaran dengan teknik TGT yang merupakan siklus regular dari aktivitas pembelajaran, sebagai berikut:
1. Pengajaran, pada tahap ini guru menyampaikan materi pelajaran
2. Belajar Tim, para siswa mengerjakan lembar kegiatan dalam tim mereka untuk menguasai materi
3. Turnamen, para siswa memainkan game akademik dalam kemampuan yang homogen, dengan meja turnamen tiga peserta (kompetisi dengan tiga peserta)
4. Rekognisi Tim, skor tim dihitung berdasarkan skor turnamen anggota tim dan tim tersebut akan direkognisi apabila mereka berhasil melampaui kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.
D. Implemantasi pembelajaran Team Game Turnament
1. Perencanaan
Persiapan dalam pembelajaran TGT (Ikhanuddin dalam Sulaeman, 2010) meliputi :
a. Persiapan materi
Materi pelajaran dirancang sedemikian rupa sehingga dapat disajikan dalam kelompok dan dalam turnamen.
b. Penetapan siswa dalam tim
Setiap tim beranggotakan 4 sampai 5 siswa yang terdiri dari siswa pandai, sedang dan kurang pandai. Petunjuk yang dapat digunakan untuk menetapkan anggota tim adalah sebagai berikut:
a) Merangkai siswa
Setelah daftar dalam kelas diperoleh dicari informasi tentang kemampuan siswa dari skor rata-rata nilai siswa pada tes sebelumnya atu rapot. Siswa diurutkan dengan rangking dari yang berkemampuan tinggi ke kemampuan rendah.
b) Menentukan banyak tim
Masing-masing tim beranggotakan 3 sampai 4 siswa. Pedoman yang digunakan dalam menentukan banyaknya tim adalah memperhatikan banyaknya anggota setiap tim dan banyaknya siswa dalam kelas.
c) Penyusunan anggota tim
Penyusunan anggota tim berdasarkan banyaknya siswa yang sudah dirangking. Penyebaran siswa pada tiap-tiap tim juga memperhatikan jenis kelamin, dan kinerja siswa. Dengan demikian keseimbangan tim akan tercapai.
c. Penepatan siswa dalam meja turnament
Dalam meja turnamen terdiri dari 3 atau 4 orang siswa yang bermain atau berkompetisi dengan kemampuan seimbang atau setara sebagai wakil tim yang berbeda. Dalam menetapkan banyak anggota setiap meja sebaiknya memperhatikan banyaknya tim yang terbentuk.
2. Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan dalam pembelajaran menggunakan model TGT adalah sebagai berikut:
a. Pendahuluan
• Guru melakukan apersepsi dan meberikan motivasi kepada siswa
• Menyampaikan tujuan pembelajaran
b. Inti
• Guru menyampaikan materi pelajaran
• Guru bersama-sama dengan siswa melakukan tanya jawab
• Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok belajar yang terdiri dari 3-6 orang siswa
• Guru memberikan tugas kepada siswa berupa soal yang ada pada LKS untuk dijawab bersama-sama dengan kelompok belajarnya masing-masing
• Guru membimbing siswa dalam kelompok
• Apabila ada dari anggota kelompok ada yang tidak mengerti dengan tugas yang diberikan, maka anggota kelompok yang lain bertanggung jawab untuk memberikan jawaban atau menjelaskannya
• Setelah selesai mengerjakan LKS, guru kembali membuat meja-meja turnamen yang terdiri dari wakil setiap kelompok yang bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh anggota kelompok telah menguasai pelajaran
• Skor yang diperoleh peserta dalam permainan ini dicatat pada lembar pencatat skor
• Guru meberikan penghargaan bagi kelompok yang skornya paling tinggi
c. Penutup
• Guru bersama-sama dengan seluruh siswa membuat kesimpulan dari materi yang telah diajarkan
• Guru memberikan evaluasi kepada siswa dengan memberikan soal untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan
E. Contoh pelaksanaan games dalam bentuk turnamen dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:
• Guru menentukan nomor urut siswa dan menempatkan siswa pada meja turnamen (3 orang, kemampuan setara). Setiap meja terdapat 1 lembar permainan, 1 lembar jawaban, 1 kotak kartu nomor, 1 lembar skor permainan
• Guru mencabut kartu untuk menentukan pembaca I (nomor tertinggi) dan yang lain menjadi penantang I dan penantang II
• Pembaca I mengocok kartu dan mengambil kartu teratas
• Pembaca I membaca soal sesuai nomor pada kartu dan mecoba menjawabnya. Jika benar kartu disimpan sebagai bukti skor
• Jika penantang I dan II memiliki jawaban berbeda, mereka dapat mengajukan jawaban secara bergantian
• Jika jawaban penantang salah, dia dikenakan denda mengembalikan kartu jawaban dengan benar (jika ada)
• Selanjutnya siswa berganti posisi (sesuai urutan) dengan prosedur yang sama
• Setelah seslesai, siswa menghitung kartu dan skor mereka dan diakumulasi dengan semua tim
• Penghargaan sertifikat, Tim Super untuk kriteria atas, Tim Sangat Baik (kriteria tengah), Tim Baik (kriteria bawah)
• Untuk melanjutkan turnamen, guru dapat melakukan pergeseran tempat siswa berdasarkan prestasi pada meja turnamen
F. Penilaian
Adapun penilaian pada pembelajaran kooperatif tipe TGT terdiri dari:
1. Penilaian proses belajar, meliputi kerjasama dalam kelompok, keaktifan bertanya, antusias mengikuti pembelajaran dan kedisiplinan dalam diskusi kelompok
2. Penilaian hasil belajar, berupa tes tertulis.
G. Kelebihan dan kekurangan TGT
Kelebihan
1. Siswa tidak terlalu bergantung kepada guru dan akan menambahkan rasa kepercayaan dengan kemampuan diri untuk berfikir mandiri, menemukan informasi dari berbagai sumber, dan belajar bersama siswa lainnya
2. Mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan secara verbal dan membandingkan dengan ide-ide orang lain
3. Menumbuhkan sikap respek pada orang lain, dengan menyadari keterbatasan dan bersedia menerima segala perbedaan
4. Membantu memberdayakan setiap siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar
5. Meningkatkan prestasi akademik dan kemampuan sosial, termasuk mengembangkan rasa harga diri, hubungan interpersonal, keterampilan mengelola waktu dan sikap positif terhadap sekolah
6. Mengembangkan kemampuan untuk menguji ide dan pemahaman siswa, serta menerima umpan balik
7. Meningkatkan kemampuan siswa menggunakan informasi dan mengubah belajar abstrak menjadi riil
8. Meningkatkan motivasi belajar dan melahirkan rangsangan untuk berfikir, yang akan sangat berguna proses pembelajaran jangka panjang
Kekurangan
1. Dibutuhkan waktu yang relatif lama untuk memahami filosofi pembelajaran tim, sehingga siswa yang memiliki kemampuan lebih akan merasa terhambat oleh siswa lainnya yang memiliki kemampuan dibawahnya.
2. Dengan diciptakannya kondisi saling membelajarkan antara siswa, bisa jadi dapat menimbulkan pemahaman yang tidak seharusnya atau tidak sesuai dengan harapan
3. Penilaian yang didasarkan pada kerja kelompok, seharusnya dapat disadari oleh guru bahwa sebenarnya hasil dan prestasi yang diharapkan adalah prestasi dari setiap individu siswa.
4. Dan bukan merupakan pekerjaan yang mudah, untuk mengkolaborasi kemampuan individual siswa bersamaan dengan kemampuan kerjasamanya
Daftar rujukan
http://www.sriudin.com/2012/03/pembelajaran-kooperatif-model-tgt-team.html#_
http://library.um.ac.id/free-contents/index.php/pub/detail/penerapan-model-pembelajaran-teams-games-tournament-tgt-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-mata-pelajaran-ips-kelas-vi-di-sdn-tlogosari-01-kecamatan-tirtoyudo-kabupaten-malang-arif-yudianto-48759.html
http://ipotes.wordpress.com/2008/05/11/pembelajaran-kooperatif-tipe-teams-games-tournaments-tgt/
http://weblogask.blogspot.com/2012/02/model-model-pembelajaran.html?max-results=10
makalah ini dibuat oleh sahabat saya yakni afdhua novan :)
semoga bermanfaat dan membantu
0 Response to "Metode Team Games tournament (TGT)"
Post a Comment
Silahkan berkomentar :)
saran dan masukan sangat berarti bagi kita semua
let's share knowledge together ^^