Penggunaan Media
Animasi Flash Pembangkit Listrik untuk
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMKN 1 Glagah
PROPOSAL
Diajukan untuk memenuhi mata kuliah
Diajukan untuk memenuhi mata kuliah
Metodologi
Penddidikan
Oleh
Dedi
Tri Laksono
NIM
100534402668
Universitas
Negeri Malang
Fakultas
Teknik
Jurusan
Teknik Elektro
Program
Studi Pendidikan Teknik Elektro
November
2012
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Salah satu mata pelajaran yang ada pada
SMK jurusan listrik adalah mata pelajaran pembangkit listrik. Secara umum, mata
pelajaran ini berisi tentang pembangkit tenaga listrik, jenis-jenis pusat
pembangkit listrik, instalasi pada pusat pembangkit listrik, masalah utama
dalam pembangkitan tenaga listrik, sistem interkoneksi, proses penyaluran
tenaga listrik, dan mutu tenaga listrik. Mata pelajaran pembangkit listrik di
sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan salah satu mata pelajaran yang bisa
dibilang momok bagi siswa-siswi. Selain karena komponen yang kompleks, tidak
adanya bahan ajar yang nyata dan relevan menjadikan mata pelajaran ini
terkadang sulit untuk dipahami secara langsung oleh siswa-siswi.
Kompleksitas materi bisa dibuktikan
dengan banyaknya materi pembangkit listrik yang harus disampaikan sedangkan
kapasitas mengingat dan memahami siswa terbatas dan bertahap. Jika hanya
mengacu pada buku ajar, bisa dipastikan siswa-siswi akan mengalami kesulitan
memahami materi yang disampaikan dengan aplikasi nyata pembangkit listrik dalam
kehdiupan sehari-hari. Jika materi yang disampaikan dirasa sulit, maka yang
akan terjadi adalah motivasi siswa untuk belajar akan menurun. Pada diri siswa
terdapat kekuatan mental yang menjadi penggerak belajar yang berasal dari
berbagai sumber. Jika tidak ada keseimbangan antara apa yang diinginkan dengan
media yang diajarkan, bisa jadi akan mempengaruhi motivasi siswa dalam belajar
(Dimyati, dkk: 2006). Menurut Hull, motivasi berkembang untuk memenuhi
kebutuhan organisme tingkah laku organisme terjadi disebabkan oleh respons dari
organisme, kekuatan dorongan organisme, dan penguatan kedua hal tersebut.
Motivasi adalah penggerak utama perilaku (Dimyati, dkk: 2006)
Penggunaan media bantu dalam
pembelajaran merupakan salah satu cara efektif untuk meningkatkan minat belajar
siswa dan merupakan motivasi eksternal yang berpengaruh pada motivasi internal
siswa. Media yang saat ini berkembang, memungkinkan pendidik menggunakan media
animasi sebagai solusi. Media animasi flash merupakan media yang sangat menarik
untuk diberikan sebagai stimulus pembelajaran materi pembangkit listrik. Siswa
akan mengetahui secara langsung bagaimana cara kerja pembangkit listrik dalam
bentuk animasi, sehingga siswa akan cepat memahami materi pelajaran melalu
media yang mengaitkan audio dan visual.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka
beberapa rumusan masalah penulisan skripsi ini antara lain sebagai berikut:
1. Seberapa
efektif penggunaan media animasi flash pembangkit listrik untuk meningkatkan motivasi
belajar siswa SMKN 1Glagah?
2. Bagaimana
aplikasi media animasi flash pembangkit listrik dalam kegiatan belajar mengajar
di SMKN 1 Glagah?
3. Bagaimana
respon siswa terhadap media animasi flash pembangkit listrik dalam kegiatan
belajar mengajar di SMKN 1 Glagah?
C. Landasan
Teori
Pada dasarnya anak belajar melalui benda
atau objek kongkrit. Untuk memahami konsep abstrak anak memerlukan benda-benda
kongkrit (riil) sebagai perantara atau visualisasinya. Konsep abstrak itu
dicapai melalui tingkatan-tingkatan belajar yang berbeda-beda, bahkan orang
dewasapun yang pada umumnya sudah dapat memahami konsep abstrak, pada keadaan
tertentu sering memerlukan visualisasi.
Dale
(1969) menjelaskan tentang
konsep abstrak tentang kerucut pengalaman ”pengalaman
belajar seseorang 75 % diperoleh melalui indrera pandang (mata), 13 % melalui
indera dengar, dan melaui indera lain sekitar 12 %.Secara teknis, media
pembelajaran berfungsi sebagai sumber belajar. Dalam kalimat “sumber belajar”
ini tersirat makna keaktifan, yakni sebagai penyalur, penyampai, penghubung dan
lain-lain.
Menurut
Aref S. Sadiman media adalah perantara atau pengantar pesan. Salah satunya
diterapkan oleh penerapan dan penggunaan metode serta medi pembelajaran,
merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan
dari pengirim kepenerima sehingga dapat merangsang pikiran, perhatian dan
minat, sehingga terjadi proses belajar mengajar. Hamalik mengungkapkan bahwa
penggunaan media pendidikan dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan
keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan merangsang kegiatan
belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologi terhadap siswa. Selain
membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pendidikan juga dapat membantu
siswa meningkatkan pemahaman, mengajukan data yag menarik dan terpercaya,
memudahkan penafsiran data dan memudahkan informasi.
Motivasi dipandang sebagai dorongan
mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku
belajar. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan,
menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap dan perilaku individu belajar
(Koeswara, 1989; Siagian, 1989; Schein, 1991; Biggs & Telfer, 1987).
Menurut Dr.Dimyati dan Drs.Mudjiono dalam buku Belajar dan Pembelajaran, ada
tiga komponen utama dalam motivasi yaitu (i)kebutuhan, (ii)dorongan, dan
(iii)tujuan. Kebutuhan terjadi bila individu merasa ada ketidak seimbangan antara
apa yang ia miliki dan yang ia harapkan. Dorongan merupakan kekuatan mental
untuk melakukan kegiatan dalam rangka memenuhi harapan. Dorongan merupakan
kekuatan mental yang berorientasi pada pemenuhan harapan atau pencapaian
tujuan. Dorongan yang berorientasi pada tujuan tersebut merupakan inti
motivasi.
Perilaku
yang penting bagi manusia adalah belajar dan bekerja. Belajar menimbulkan
perubahan mental pada diri siswa. Bekerja menimbulkan perubahan mental pada
diri siswa. Bekerja menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi diri pelaku dan
orang lain motivasi belajar dan motivasi bekerja merupakan penggerak kemajuan
masyarakat (Monks, Knoers, Siti Rahayu, 1989).
D. Tujuan
Berdasarkan
rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian yang ingin dicapai adaah antara
lain sebagai berikut:
1. Untuk
mengetahui efektifitas penggunaan media animasi flash pembangkit listrik untuk meningkatkan motivasi
belajar siswa SMKN 1Glagah.
2. Untuk
mengetahui aplikasi media animasi flash pembangkit listrik dalam kegiatan
belajar mengajar di SMKN 1 Glagah.
3. Untuk
mengetahui respon siswa terhadap media animasi flash pembangkit listrik dalam
kegiatan belajar mengajar di SMKN 1
Glagah.
BAB II
METODE PENELITIAN
METODE PENELITIAN
A.Pendekatan dan Jenis
Penelitian
Penulis mengambil jenis penelitian
kualitatif yang menggunakan metode deskripitif, yaitu
metode yang memaparkan hasil ini pembahasannya secara terperinci dengan
menyajikannya dalam bentuk susunan – susunan kalimat. Sedangkan pada pendekatan, penulis menggunakan
metode. Sedangkan pendekatan yang digunakan penulis adalah pendekatan konstruktivisme
dan deduktif. Pendekatan konstruktivisme berasumsi bahwa siswa belajar sedikit
demi sedikit dari konteks yang terbatas kemudian siswa mengkonstruksi sendiri
pemahamannya dan pemahaman tersebut diperoleh dari pengalaman belajar yang
bermakna (Makoe, 2009).
Pendekatan konstruktivisme adalah
salah satu pandangan tentang proses pembelajaran yang menyatakan bahwa proses belajar diawali dengan terjadinya
konflik kognitif (Sitanto,2009). Pendekatan konstruktivisme dalam
pembelajaran merupakan pendekatan pembelajaran dimana pengetahuan baru tidak
diberikan dalam bentuk jadi (final), tetapi siswa membentuk sendiri
pengetahuannya melalui interaksi dengan lingkungannya dalam proses asimilasi
dan akomodasi. (Kusuma,2003).
Pendekatan
deduktif merupakan pendekatan yang mengutamakan penalaran dari umum ke khusus. Langkah-langkah
yang dapat ditempuh dalam model pembelajaran dengan pendekatan deduktif
dijelaskan sebagai berikut (1) guru memilih konsep, prinsip,aturan yang akan
disajikan, (2) guru menyajikan aturan, prinsip yang berifat umum,lengkap dengan
definisi dan contoh-contohnya, (3) guru menyajikan contoh-contohkhusus agar
siswa dapat menyusun hubungan antara keadaan khusus dengan aturanprinsip umum
yang didukung oleh media yang cocok, (4) guru menyajikan bukti-buktiuntuk
menunjang atau menolak kesimpulan bahwa keadaan umum itu merupakan gambaran
dari keadaan khusus.
B.Kehadiran Peneliti
Peneliti
hadir di dalam kelas selama satu bulan. Dalam satu minggu dua kali pertemuan,
satu kali tatap muka 90 menit.
C. Lokasi Penelitian
Lokasi
penelitian adalah di SMKN 1 Glagah Jalan Kuntulan no.01 Kecamatan Glagah
Kabupaten Banyuwangi.
D. Sumber Data
Sumber data
diambil dari situs PLN Indonesia untuk mengambil materi flash pembangkit
listrik, data perkembangan siswa diambil dari hasil pre-test dan ujian akhir
tertulis siswa SMK serta angket dari siswa untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan
media flash.
E.
Prosedur
Pengumpulan Data
Sebelum dilakukan penelitian dan dimulai materi
pembangkit listrik, siswa diberi pretest
mengenai pembangkit listrik.
Hasil ujian akan dibandingkan dengan hasil ujian akhir tertulis siswa dengan
soal yang sama. Angket diambil dari siswa yang diajar untuk mengetahui
testimoni siswa dengan beberapa pertanyaan yang menjurus mengenai keefektifitasan
materi pembangkit listrik dengan media flash.
F.
Tahap-Tahap
Penelitian
a. Tahap
Pengumpulan Data
Tahap
pengumpulan data merupakan tahapan penulis mengumpulkan data-data dari beberapa
sumber yang menjadi unsur-unsur penyusunan karya tulis ini, dengan menggunakan
beberapa metode kepustakaan dan metode menyimak sera metode observasi. Metode
kepustakaan merupakan metode yang digunakan dengan mencatat pokok bahasan dari
buku pustaka yang berkaitan dengan obyek. Sedangkan metode menyimak merupakan
metode dengan cara mengamati dan menyimak secara terperinci dari hal – hal yang
berhubungan dengan obyek. Metode observasi merupakan metode pengamatan terhadap
obyek penelitian yang dilakukan secara
analitis, jujur, dan obyektif.
b. Tahap
Analisis Data
Tahap
analisis data merupakan tahap penulis menganalisis sumber – sumber obyek yang
telah didapat dan memilah – milah data yang berkaitan dengan obyek yang
dianalisa dengan menggunakan metode teoritis. Metode teoritis merupakan metode
yang digunakan mentukan teori – teori yang bersangkutan dengan obyek sebagai
patokan dalam rumusan masalah yang akan dipadukan dengan data – data yang telah
ada.
c. Tahap Penyajian Data
Tahap penyajian data merupakan tahap
penulis menyajikan hasil penyelesaian penelitian dengan cara membandingkan atau
membuktikan teori yang menjadi patokan dengan data yang melatar belakangi munculnya teori tersebut dengan menggunakan
metode deskripitif, yaitu metode yang memaparkan hasil ini pembahasannya secara
terperinci dengan menyajikannya dalam bentuk susunan – susunan kalimat (
kualitatif ).
Daftar Rujukan
Majid, Abdul.
2011. Perencanaan Pembelajaran. PT
Remaja Rosdakarya. Bandung
Mudjiono, dkk.
2006. Belajar dan Pembelajaran. PT
Rineka Cipta. Jakarta
Nurkancana,
Wayan, dkk. 1983. Evaluasi Pendidikan.
Usaha Nasional. Surabaya
Sugiyono. 2011. Metode
Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta,cv.
Bandung

0 Response to "Proposal Skripsi"
Post a Comment
Silahkan berkomentar :)
saran dan masukan sangat berarti bagi kita semua
let's share knowledge together ^^